Biaya Peti Kemas Naik Tiga Kali Lipat, Pelaku Usaha Paksa Tunda Pengiriman Pesanan

"Biasanya
kalau mau mengirim ke Incheon Korea, biaya kontainer 40 feet berkisar Rp13,5
juta. Sekarang sudah Rp35 juta," ujar ketua umum Asosiasi UMKM Sumut Ujiana
Sianturi ketika dihubungi, Selasa (12/1/2021).
Menurut
perempuan yang akrab dipanggil Ana ini, keterbatasan kontainer ini merupakan
dampak dari minimnya aktivitas impor akibat pandemi, sehingga kedatangan kapal
dari luar juga sangat terbatas.
"Dan ini sudah berlangsung sejak November lalu," kata Ana yang merupakan eksportir kopi.
Dikatakannya,
sejauh ini permintaan produk terutama kopi yang menjadi komoditas utama usaha
yang dijalankannya mulai terlihat menggeliat. Tetapi ia terpaksa menunda
pengiriman karena buyer enggan menambah
biaya untuk kontainer.
"Kan
yang menanggung biaya kontainer itu buyer. Jadi mereka pun keberatan,"
katanya.
Dengan
kondisi ini, Ana berharap pemerintah bisa memberikan solusi, sehingga pelaku
usaha tetap bisa bertahan.
"Saya
sudah bilang kemarin, webinar terus,
saya bosan, pusing tapi tidak ada solusi seperti apa. Tetap syarat dan
ketentuan itu berlaku, karena kita kan memang kerja sama dengan luar negeri.
Tapi yah tetap aja tidak ada solusi," sesalnya.
Selain
minimnya aktivitas impor, kebijakan lockdown di sejumlah negara juga menjadi
penyebab minimnya pasokan kontainer di Indonesia terutama Sumut.
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Biaya Peti Kemas Naik Tiga Kali Lipat, Pelaku Usaha Paksa Tunda Pengiriman Pesanan"
Posting Komentar