KPPU Telusuri Penyebab Harga Kacang Kedelai Mahal

Kepala KPPU Kanwil
I Medan, Ramli Simanjuntak mengatakan, harga kacang kedelai di gudang tersebut
dijual dengan harga Rp 8.550 per kilogram (kg). Bahan baku baku untuk tempe dan tahu itu, diimpor langsung
dari Amerika Serikat dan Argentina ke Sumut.
"Permasalahan kedelai ini kan sudah terjadi di awal desember 2020. Karena, masalah harga shipping (pengiriman barang) pengangkutan yang naik 100 hingga 120 Dolar dan jadwal berubah-ubah," ujar Ramli ketika dihubungi.
Ramli menjelaskan, dari keterangan importir tersebut juga disebutkan jika harga kacang kedelai naik, dikarenakan gagal panen di negara asal produsen yang mengakibatkan terganggunya pasokan.
"Kebutuhan kacang kedelai di Sumut sebesar 58 ribu ton per tahun, dan 7000 ton diantaranya dipenuhi importir ini. Catatan kita, ada empat importir yang menjadi pemasok. Dan yang kita datangi ini, yang mengimpor langsung dari negara produsen,” jelasnya.
Ramli menegaskan kepada pihak importir, distributor, agen hingga pedagang agar jangan melakukan persengkongkolan harga yang berdampak dengan harga kacang kedelai melambung tinggi.
"Kita mau lihat alur pendistribusian harga. Apa ada persengkongkolan harga atau tidak. Karena kita dapat info kalau di pasaran, harga kedelai yang biasanya Rp380 ribu per 50 kg sudah mencapai Rp500 ribu. Kok bisa?" tanyanya.
Untuk memenuhi pasokan kacang kedelai dan menjaga harga tetap stabil, KPPU menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memproduksi pertanian kacang kedelai. Jika harga sebelumnya, Rp 6.500 per kilogram.
"Kita sarankan kepada pemerintah untuk mengembangkan pertanian kedelai untuk mencukupi pasokan di Sumut," pungkasnya.
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "KPPU Telusuri Penyebab Harga Kacang Kedelai Mahal "
Posting Komentar