Terdampak Pandemi, Ekspor Kopi Sumut di 2020 Hanya Sebanyak 53.585.479 Kilogram

Ketua
Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut Saidul Alam mengatakan, jumlah menurun
dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 dimana pada periode tersebut,
volume ekspor tercatata sebanyak 61.196.699 kg senilai USD337,293,571.
“Terbesar
itu penurunan ekspor terjadi di bulan Oktober yang tercatat sebesar 2.502.199
kg. Dan kondisi seperti ini juga terjadi di bulan Oktober 2019 yang tercatat
sebesar 3.924.375 kilogram,” ujar Saidul Alam ketika dihubungi, Selasa
(12/1/2021).
Penurunan
volume dan nilai ekspor ini menurut Saidul sebagai dampak dari pandemi Covid-19
yang melanda secara global.
“Termasuk
negara importir kopi Sumut terbesar Amerika Serikat, Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok,” sebutnya.
Dikatakannya, ekspor terbanyak masih didominasi kopi jenis Arabika yang mencapai 49.031.593 kg senilai USD237.054.428, sementara jenis Robusta hanya sebanyak 2.608.750 senilai USD3.503.418. Bahkan di bulan April dan Juni, tidak ada jenis Robusta yang diekspor, akibat minimnya pasokan.
“Karena
permintaan dalam negeri untuk Robusta tetap ada, jadi pasokan yang ada yah
habis diserap untuk kebutuhan dalam negeri,” katanya.
Terkait kinerja di 2021, AEKI menurut Saidul masih optimis permintaan untuk kopi masih tetap ada, selama masyarakat dunia masih minum kopi. Hanya saja tinggal bagaimana eksportir bisa menyikapi pergolakan harga komoditi kopi dan fluktuasi nilai tukar Rupiah.
“Untuk
pertumbuhannya sendiri kita tidak pernah berharap akan naik secara signifikan,
melainkan cukup kembali normal aja, karena saat satu Produk naik secara
signifikan, secara hukum ekonominya pasti harga akan dapat tertekan lebih
rendah lagi dan ini kita juga tidak mau kalau terjadi demikian,” pungkasnya.
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Terdampak Pandemi, Ekspor Kopi Sumut di 2020 Hanya Sebanyak 53.585.479 Kilogram "
Posting Komentar