Pemerintah Dorong Kontribusi Maksimal APERSI Turunkan Angka Backlog Rumah

Untuk
merealisasikan target tersebut, diperlukan dukungan dari pemangku kepentingan
di sektor perumahan, termasuk Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman
Seluruh Indonesia (APERSI).
“Mayoritas
anggota APERSI saat ini merupakan pelaku utama dalam penyediaan perumahan
sederhana, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan
perumahan nasional,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat
membuka Musyawarah Nasional (Munas)
ke-VI APERSI secara virtual, Selasa (9/2/2021), seperti yang dikutip dari laman setkab.go.id.
Lebih
lanjut, Wapres mengimbau agar industri properti syariah ikut dikembangkan,
seiring dengan perkembangan industri perbankan syariah nasional bersama lembaga
keuangan syariah lainnya.
Hingga akhir
tahun 2020, aset industri jasa keuangan syariah telah mencapai Rp1.802,86
triliun. Oleh karena itu, APERSI beserta pengembang perumahan lainnya
diharapkan dapat menggali dan mengembangkan potensi pengembangan properti
dengan pembiayaan syariah sebagai upaya mewujudkan pemenuhan perumahan bagi
masyarakat di Indonesia.
Mengakhiri sambutannya, Wapres menyatakan, Pemerintah terbuka menerima masukan dari berbagai pihak guna menyediakan perumahan yang layak dan nyaman bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), baik untuk sektor formal maupun informal.
Ia juga
berharap Munas ke-VI APERSI menghasilkan pemikiran-pemikiran yang mencerahkan
demi terwujudnya kebutuhan perumahan di Indonesia.
“Semoga
Munas ke-VI APERSI berjalan dengan baik, serta dapat merumuskan ide-ide,
terobosan-terobosan, dan gagasan-gagasan baru untuk kemajuan pembangunan
perumahan di tanah air,” pungkasnya.
Sebelumnya,
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APERSI Junaedi Abdillah melaporkan bahwa
sejak berdiri pada 1998, APERSI telah memiliki 3.500 anggota yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia.
Junaedi
mengatakan, pengembang juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19 di mana
penjualan dan proyek sempat terhenti. Oleh karena itu, peran Pemerintah di
sektor perumahan dinilai sangat penting, karena perumahan mampu membangkitkan
ekonomi nasional. Terdapat 174 industri turunan yang mampu menggerakkan
ekonomi, mulai dari perusahaan kecil hingga perusahaan besar.
“Untuk itu,
APERSI siap membangun rumah MBR, dengan menjaga kualitas rumah. APERSI siap
menjadi yang utama, dalam menggerakkan lokomotif ekonomi nasional di tengah
pandemi dan perubahan masyarakat saat ini,” tegasnya.
Sebagai
informasi, Munas ini diselenggarakan untuk merumuskan strategi bagi organisasi
serta menetapkan Ketua Umum APERSI Periode 2020-2024.
Hadir dalam
acara tersebut Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo, Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono, dan Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. (*)
(Jakarta)
Belum ada Komentar untuk "Pemerintah Dorong Kontribusi Maksimal APERSI Turunkan Angka Backlog Rumah"
Posting Komentar