Peringatan Isra Mikraj, Wapres Tekankan Sikap Moderat Harus Jadi Pedoman Berbangsa dan Bernegara

“Umat Islam harus menjadi umat yang
moderat (wasathy) di dalam segala hal, baik cara berpikir, bersikap, maupun
bertindak, baik dalam hal ibadah maupun dalam hal muamalah,” ucap Wakil
Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada Peringatan Isra
Mikraj Tingkat Kenegaraan Tahun 2021 Masehi/1442 Hijriah, melalui konferensi
video, Rabu (10/3/2021) malam.
Ditegaskan Wapres, umat Islam yang
dibangun oleh Rasulullah adalah umat yang moderat. “Kondisi umat yang dihadapi
Rasulullah saw. sangat beragam, baik dari aspek agama maupun etnis. Oleh karena
itu, diperlukan sikap kepemimpinan yang penuh kesabaran, kebijakan,
kebijaksanaan, dan keadilan, namun tetap teguh dalam menyampaikan misi
dakwahnya,” ujarnya, seperti yang dikutip dari laman setkab.go.id.
Wapres menekankan agar sikap moderat
dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena sangat
dibutuhkan bagi bangsa Indonesia yang majemuk dengan berlandaskan Pancasila dan
UUD 1945.
“Dalam konteks berbangsa dan bernegara
sikap moderat ini sangat relevan dan harus dijadikan pedoman karena bangsa kita
adalah bangsa yang majemuk,” ujarnya.
Wapres menilai penerapan prinsip
menjaga persaudaraan bangsa dan persaudaraan kemanusiaan yang dilakukan oleh
para ulama untuk menjaga persatuan bangsa merupakan hal yang tepat.
“Sangat tepat sekali apa yang dibuat
oleh para ulama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara
mengembangkan prinsip ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), di samping
ukhuwah islamiyah dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan),” tegasnya.
Dalam sambutannya, Wapres menuturkan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dan monumental bagi umat Islam yang merupakan perjalanan spiritual bagi Nabi Muhammad saw. dalam membuktikan kekuasaan Allah Swt.
“Nabi Muhammad saw. sebagai pemimpin
besar yang ditugasi untuk melakukan perbaikan di segala bidang bagi seluruh
umat manusia dengan berbagai latar belakang, memerlukan pengetahuan dan wawasan
yang luas. Dengan perjalanan Isra dan Mikraj itu Nabi Muhammad saw. memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan
tentang kekuasaan Allah Swt.,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Wapres mengajak
masyarakat untuk senantiasa bahu membahu dan bergotong royong untuk mewujudkan
Indonesia yang maju dan sejahtera.
Wapres juga mengingatkan masyarakat
untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai wujud ikhtiar dengan
seraya memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 dapat
segera berakhir.
“Marilah kita tetap melakukan ikhtiar
bersama untuk menghilangkan pandemi ini melalui vaksinasi Covid-19 untuk
membentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Saya juga mengajak semua
masyarakat untuk tetap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri
Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa semangat Isra Mikraj yang memiliki
nilai moderasi beragama, senada dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila,
sehingga sangat tepat apabila diterapkan untuk membangun Indonesia yang lebih
maju.
“Beberapa spirit Isra Mikraj seperti
keseimbangan, keberkahan, musyawarah, dan persatuan, tidak lain adalah spirit
yang dibutuhkan untuk negara ini. Seyogyanya spirit tersebut dimiliki oleh
bangsa Indonesia sebagai landasan membangun kehidupan harmonis di tengah-tengah
keragaman latar belakang, suku, dan agama untuk sampai pada cita-cita luhur
kita, yakni bangsa yang utuh yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila,”
ucap Yaqut. (*)
(Jakarta)
Belum ada Komentar untuk "Peringatan Isra Mikraj, Wapres Tekankan Sikap Moderat Harus Jadi Pedoman Berbangsa dan Bernegara"
Posting Komentar