Pencegahan Kanker Harus Dilakukan Secara Masif
Lensamedan - Upaya pencegahan dan
pengendalian kanker di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara (Sumut), perlu
dilakukan secara masif dan melibatkan semua pihak terkait, termasuk pemerintah
dan masyarakat. Apalagi, kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak
di Indonesia.
Berdasarkan data dari Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), ditemukan kasus kanker terbanyak
diderita adalah kanker paru–paru yang menyerang pria, kanker payudara yang
menyerang wanita dan kanker darah menyerang anak-anak.
Demikian disampaikan Ketua Yayasan
Kanker Indonesia (YKI) Sumut Nawal Lubis, saat membuka webinar dengan tema “Kupas Tuntas Kanker” di Kantor
YKI Sumut Jalan Iskandar Muda Nomor 272 Medan, Rabu (14/7/2021).
“Edukasi menjadi hal penting dalam
penanganan kanker sejak dini,” ujar Nawal Lubis.
Nawal menjelaskan, webinar ini
merupakan salah satu bentuk komitmen YKI Sumut dalam memberikan perhatian,
dukungan serta lindungan bagi penderita kanker, khusunya di wilayah Sumut.
Dengan hadirnya para narasumber yang
berkompeten di bidangnya, diharapkan para peserta bisa berinteraksi langsung,
sehingga menambah pemahaman tentang penyebab dan cara pencegahan kanker.
“Melalui webinar ini diharapkan dapat
diperoleh informasi yang benar tentang kanker, termasuk cara pencegahannya,
sehingga bermanfaat bagi keluarga maupun orang lain. Dari segi kesehatan kanker
merupakan hal besar yang perlu ditangani secara bersama-sama,” katanya.
Sementara narasumber dari Divisi
Onkologi Toraks Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Rumah Sakit USU
dr Noni Novisari Soeroso, mengatakan, kanker paru merupakan tumor ganas yang
berasal dari epitel saluran napas.
Kanker paru paling banyak ditemukan di
dunia, sekitar 2,2 miliar kasus paru dan 1,8 miliar kematian pada tahun 2020.
“Setiap orang mempunyai risiko untuk
terkena kanker paru, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan bagi mereka
berisiko terkena kanker paru, di antaranya perokok aktif, perokok pasif,
pekerja pertambangan, rumah dengan ventilasi buruk, serta riwayat kanker paru
dalam keluarga,” ujarnya.
Dijelaskannya, ada beberapa tanda yang
dapat mengindikasikan seseorang terkena kanker paru, antara lain demam,
kelelahan yang ekstrim, kesulitan makan atau menelan, dan kehilangan nafsu
makan.
Untuk mencegah terkena kanker paru
sebaiknya menghindari merokok dan menerapkan pola hidup sehat dengan
berolahraga.
Narasumber lainnya, dari Divisi Bedah
Onkologi Departemen Ilmu Bedah FK-USU / RSUP HAM dr Kamal Basri Siregar
mengatakan, kanker payudara disebabkan multifaktoral di antaranya kelainan
bawaan, karsinogen, lingkungan dan gaya hiduap. Untuk pencegahan kanker
payudara bagi wanita, perlu deteksi sejak dini, yang dapat dilakukan melalui SADARI
(Periksa Payudara Sendiri). (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Pencegahan Kanker Harus Dilakukan Secara Masif"
Posting Komentar